September 19, 2026
BREAKING

BTN Paylater Akan Meluncur 2026, Siap Tantang Dominasi Fintech di Pasar BNPL

BTN Paylater

JAKARTA, YouBlip – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mengonfirmasi rencana peluncuran layanan BTN Paylater pada tahun 2026, menandai ekspansi masif perbankan ke pasar Buy Now Pay Later (BNPL) yang sebelumnya didominasi oleh perusahaan finansial.

Layanan BTN Paylater ini ditargetkan rampung pada semester II 2026, setelah melalui proses pengembangan sistem yang intensif dan finalisasi perizinan dari regulator. Integrasi layanan akan dilakukan melalui aplikasi Bale by BTN, yang berfungsi sebagai super apps dan gerbang utama layanan digital BTN.

Keputusan BTN untuk masuk ke bisnis BNPL ini didorong oleh visi untuk memperluas ekosistem digital mereka, meningkatkan loyalitas nasabah, dan membuka peluang profit baru di segmen konsumsi generasi muda. Langkah ini menunjukkan strategi bank dalam berinovasi dan adaptasi terhadap tren gaya hidup digital.

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kini tengah berproses di Bank Indonesia (BI) untuk finalisasi regulasi dan kepatuhan. Limit kredit untuk layanan BTN Paylater akan disesuaikan dengan profil risiko dan kelayakan masing-masing nasabah, memastikan tata kelola yang prudent. Untuk mendukung ekspansi ini, BTN telah meningkatkan belanja modal IT sebesar 10-15% dibanding tahun lalu.

Pasar BNPL di Indonesia diproyeksikan sangat besar, dengan nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp120 triliun pada tahun 2026, menunjukkan pertumbuhan lebih dari 20% setiap tahunnya. Namun, OJK juga mencatat adanya risiko kredit macet (NPL) pada layanan BNPL fintech yang mencapai 3,2% pada semester I 2026, sedikit lebih tinggi dibandingkan rata-rata NPL perbankan sebesar 2,4%.

“Saat ini kami mulai melakukan pengembangan. Secara bisnis juga sedang dilakukan pengajuan untuk perizinan, sekaligus memperkuat dari sisi regulasi dan compliance. Kami targetkan bisa hadir tahun ini,” kata Tan Jacky Chen, Direktur Information Technology BTN, di OJK Banking Forum pada Juli 2026.

“Yang paling siap untuk pertama kali di BNPL, di triwulan I ini karena kita alhamdulilah sudah mendapatkan persetujuan dari OJK,” ujar Hirwandi Gafar, Direktur Consumer Banking BTN, dalam Paparan Kinerja Keuangan BTN 2025 pada Februari 2026.

“Bank yang masuk ke bisnis paylater harus memastikan manajemen risiko berjalan baik. Jangan sampai euforia BNPL menambah beban NPL di sektor perbankan,” tegas Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, dalam sebuah konferensi pers pada Juli 2026.

Masuknya BTN Paylater ke pasar ini akan memanaskan persaingan dengan pemain fintech seperti Akulaku, Kredivo, dan ShopeePayLater. Keunggulan bank konvensional terletak pada regulasi yang lebih ketat, potensi NPL yang lebih rendah, serta integrasi ke ekosistem perbankan yang lebih luas. Strategi BTN akan fokus pada nasabah KPR dan segmen konsumsi harian, memperkuat ekosistem di luar pinjaman KPR.

Meski menawarkan peluang profit besar, perlu diwaspadai potensi peningkatan konsumsi impulsif dan risiko gagal bayar di segmen milenial akibat kemudahan akses BNPL. Oleh karena itu, peran regulasi OJK dan BI akan krusial dalam menjaga stabilitas pasar di tengah persaingan sengit antara bank dan fintech.