AS, YouBlip – Meta Platforms Inc. pada Kamis, 16 Juli 2026, mengumumkan kebijakan baru yang secara signifikan mengubah cara Meta AI berinteraksi dengan pengguna remaja. Kini, Meta AI awasi chat remaja di AS, Inggris, Australia, dan Kanada, serta akan mengirimkan notifikasi kepada orang tua jika percakapan mereka dengan chatbot mengindikasikan bunuh diri atau melukai diri sendiri. Kebijakan ini merupakan respons atas tekanan regulator dan orang tua yang menuntut tanggung jawab lebih besar dari teknologi AI dalam menangani krisis kesehatan mental remaja, dengan rencana perluasan fitur secara global pada akhir tahun 2026.
Pembaruan ini melibatkan sistem kecerdasan buatan khusus yang dirancang untuk mengenali referensi eksplisit terkait menyakiti diri sendiri dalam percakapan dengan Meta AI. Setiap chat yang ditandai oleh sistem kemudian akan melalui proses peninjauan manual oleh manusia sebelum notifikasi dikirimkan kepada orang tua. Meta menekankan bahwa bahkan jika niat remaja tidak jelas, mereka akan tetap mengirimkan notifikasi sebagai langkah preventif.
Fitur baru ini telah aktif di Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Kanada, dengan harapan dapat menjangkau seluruh pengguna global pada akhir tahun 2026. Kebijakan ini juga memperluas jangkauan fitur Parental Supervision yang sebelumnya hanya tersedia di Instagram, untuk kini mencakup interaksi dengan Meta AI awasi chat remaja. Hal ini termasuk penerapan “Limited Content Setting” yang membatasi percakapan tentang seks, alkohol, dan topik sensitif lainnya.
“Kami memahami betapa mengganggunya peringatan ini bagi orang tua. Itulah mengapa, seiring kami terus meningkatkan deteksi, semua chat yang ditandai oleh AI akan ditinjau secara manual sebelum peringatan dikirim. Jika niat remaja ambigu, kami akan berhati-hati dan tetap memberi tahu orang tua,” kata Meta dalam unggahan blog resminya pada 16 Juli.
Lebih jauh, Meta AI kini memiliki kemampuan untuk menghubungi layanan darurat secara langsung jika percakapan menunjukkan risiko bunuh diri yang nyata, baik dari remaja maupun pengguna dewasa. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya tekanan dari regulator global yang menuntut platform digital untuk lebih bertanggung jawab terhadap keamanan dan kesejahteraan pengguna muda mereka.
Kebijakan Meta AI ini telah berlaku efektif sejak 16 Juli di negara-negara yang disebutkan dan menandai perubahan besar dalam pendekatan perusahaan terhadap keamanan remaja. Dengan peluncuran global yang ditargetkan pada akhir 2026, orang tua di berbagai belahan dunia diharapkan segera dapat memanfaatkan fitur ini. Meta sendiri menghadapi berbagai tekanan hukum dan reputasi, terutama setelah beberapa insiden bunuh diri dikaitkan dengan interaksi di platform digital.
Dengan demikian, kebijakan Meta AI bukan lagi sekadar alat chatbot biasa, melainkan telah berevolusi menjadi instrumen pengawasan krisis remaja. Notifikasi otomatis kepada orang tua dan potensi kontak langsung dengan layanan darurat menggarisbawahi pergeseran signifikan dalam tanggung jawab sosial perusahaan teknologi. Langkah ini, meski mungkin memunculkan perdebatan tentang privasi, menunjukkan AI kini berada di garda depan upaya pencegahan bunuh diri di kalangan remaja.






