JAKARTA, YouBlip – Harga emas Antam terpantau stagnan di level Rp2,61 juta per gram pada 19 Juli 2026. Kondisi ini terjadi setelah harga emas global mengalami tekanan jual yang dipicu oleh penguatan dolar AS dan aksi profit-taking investor, sehingga menahan pergerakan harga emas Antam di pasar domestik.
PT Aneka Tambang Tbk, atau yang dikenal sebagai Antam, melaporkan bahwa harga buyback emas batangan juga tidak bergerak, tetap di angka Rp2,34 juta per gram. Dengan demikian, selisih (spread) antara harga jual dan harga buyback emas Antam saat ini mencapai Rp270.000 per gram, yang perlu dicermati oleh para investor.
Emas dunia sendiri berada di kisaran USD 2.420 per troy ounce atau setara sekitar Rp39,6 juta, terpengaruh oleh pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS. Pada 19 Juli 2026, nilai tukar rupiah melemah ke Rp16.350 per USD, dibanding bulan sebelumnya yang berada di level Rp16.100.
“Harga emas batangan Antam mengikuti tren global. Meski ada tekanan jual, permintaan domestik tetap tinggi karena emas dianggap sebagai instrumen lindung nilai,” kata Nico Kanter, Direktur Utama PT Antam.
Permintaan ritel terhadap emas Antam menunjukkan peningkatan yang signifikan, mencapai 12% secara year-on-year pada semester I 2026. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Spread harga buyback yang lebar membuat investor jangka pendek harus berhati-hati. Namun untuk jangka panjang, emas tetap menjadi aset safe haven yang menarik,” ujar Aviliani, Ekonom Senior.
Sementara itu, Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengingatkan pentingnya edukasi bagi investor pemula. “Investasi emas ritel tetap relevan di tengah volatilitas pasar. Investor pemula harus memahami risiko spread dan pajak agar tidak salah kalkulasi,” tuturnya.
Bagi investor pemula, ada beberapa tips penting. Spread harga emas Antam yang lebar menandakan keuntungan jangka pendek lebih sulit diraih. Namun, emas tetap berfungsi sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi dan pelemahan rupiah, menjadikannya pilihan untuk investasi jangka panjang, idealnya disimpan minimal tiga hingga lima tahun.
Diversifikasi portofolio juga sangat disarankan. Investor pemula sebaiknya tidak menaruh seluruh dananya di emas, melainkan juga mempertimbangkan instrumen lain seperti Surat Berharga Negara (SBN) atau deposito. Selain itu, kalkulasi pajak penjualan emas batangan sebesar 0,45% untuk transaksi dengan NPWP dan 0,9% tanpa NPWP harus diperhatikan agar keuntungan bersih tidak tergerus.
Secara kontekstual, penguatan dolar AS dan ekspektasi suku bunga The Fed masih menjadi faktor penekan harga emas dunia. Namun, pelemahan rupiah di pasar domestik cenderung menjaga harga emas Antam tetap tinggi. Jika pelemahan rupiah terus berlanjut, ada potensi harga emas Antam kembali naik di atas Rp2,65 juta per gram pada kuartal III 2026.
Kesimpulannya, harga emas Antam yang tertahan di level Rp2,61 juta per gram pada 19 Juli 2026 menunjukkan dinamika pasar yang kompleks. Meskipun spread buyback menjadi tantangan, emas tetap menjadi aset safe haven yang relevan bagi investor jangka panjang, asalkan memahami risiko dan melakukan diversifikasi portofolio secara bijak.






