November 3, 2026
BREAKING

Google Gemini Flash Baru Meluncur: 3.6 Flash, Lite, dan Cyber Lebih Cepat

Google Gemini Flash

JAKARTA, YouBlip – Google DeepMind resmi meluncurkan tiga model kecerdasan buatan () terbaru dari keluarga Google Gemini Flash pada 21-22 Juli 2026. Ketiga model tersebut adalah Gemini 3.6 Flash, Gemini 3.5 Flash-Lite, dan Gemini 3.5 Flash Cyber, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengembang dan perusahaan akan yang lebih efisien, murah, dan stabil. Peluncuran ini dilakukan secara global dan tersedia melalui Gemini App, Studio, Vertex , dan Android Studio, meskipun Flash Cyber memiliki akses terbatas.

Pengembangan Google Gemini Flash ini didasarkan pada masukan pengguna, fokus pada efisiensi token, dan integrasi dengan agen seperti CodeMender. Model-model ini menjanjikan peningkatan performa signifikan dibandingkan versi sebelumnya, sekaligus menawarkan opsi yang lebih hemat biaya bagi para pengembang.

Gemini 3.6 Flash kini menjadi model kerja utama dengan efisiensi token yang meningkat sekitar 17% lebih baik dibanding 3.5 Flash, menawarkan penghematan biaya. Harga per 1 juta token input dipatok USD 1,50 (sekitar Rp26.000), sementara 1 juta token output sebesar USD 7,50 (sekitar Rp134.000). Performanya terbukti meningkat pada berbagai tolok ukur, seperti DeepSWE (coding) naik dari 37% menjadi 49%, ML Research (MLE Bench) dari 49,7% menjadi 63,9%, dan Computer use (OSWorld-Verified) dari 78,4% menjadi 83%. Basis pengetahuan model Google Gemini Flash ini diperbarui hingga Maret 2026.

“Gemini 3.6 Flash adalah model kerja utama kami yang menghadirkan peningkatan dalam coding, knowledge work, dan performa multimodal, dengan efisiensi token yang lebih baik,”, kata Tulsee Doshi, Senior Director Product Management, Google DeepMind.

Sementara itu, Gemini 3.5 Flash-Lite didesain untuk latensi rendah dan throughput tinggi, mampu menghasilkan 350 output token per detik. Model Google Gemini Flash ini dibanderol jauh lebih murah, yakni USD 0,30 (sekitar Rp5.000) per 1 juta token input dan USD 2,50 (sekitar Rp44.000) per 1 juta token output. Peningkatan signifikan juga terlihat pada benchmark Terminal-Bench 2.1, yang naik dari 31% menjadi 54%.

“Gemini 3.6 Flash menggunakan sekitar 17 persen lebih sedikit token, dengan biaya lebih rendah dibandingkan 3.5 Flash, sehingga lebih hemat untuk pengembang,”, kata Ryan Whitwam, Ars Technica.

Model ketiga, Gemini 3.5 Flash Cyber, secara khusus difokuskan pada keamanan siber, termasuk deteksi dan perbaikan kerentanan. Model ini terintegrasi dengan agen keamanan kode bernama CodeMender. Akses ke Google Gemini Flash versi Cyber ini terbatas untuk pemerintah dan mitra tepercaya melalui program percontohan, dengan tujuan mendukung pertahanan siber dan mencegah eksploitasi kerentanan perangkat lunak.

“Gemini 3.5 Flash Cyber difokuskan pada bidang keamanan siber dan dipadukan dengan agen keamanan kode bernama CodeMender untuk membantu menemukan sekaligus memperbaiki kerentanan perangkat lunak,”, kata Bill Clinten, Kompas Tekno.

Peluncuran jajaran Google Gemini Flash ini menegaskan strategi Google untuk berfokus pada efisiensi, biaya rendah, dan keamanan, sejalan dengan penundaan rilis Gemini 3.5 Pro dan persiapan untuk Gemini 4 di masa mendatang.