JAKARTA, YouBlip – OpenAI secara resmi meluncurkan ChatGPT Health OpenAI pada Juli 2026 di Amerika Serikat, sebuah fitur baru yang memungkinkan pengguna berusia 18 tahun ke atas menghubungkan data kesehatan pribadi mereka ke ChatGPT. Inisiatif ini bertujuan memperluas kapabilitas ChatGPT dari sekadar menjawab pertanyaan umum menjadi asisten yang cerdas dalam memahami dan merujuk informasi medis pribadi.
Dengan model
AI terbaru, GPT-5.6 Sol, fitur ini menawarkan beragam kemampuan. Pengguna dapat memperoleh ringkasan janji temu dokter, penjelasan detail mengenai hasil tes medis, serta bantuan untuk memahami kondisi kesehatan dan riwayat keluarga mereka. Integrasi ChatGPT Health OpenAI dengan platform seperti Apple Health (HealthKit), Kaiser Permanente, dan One Medical dirancang untuk menciptakan ekosistem kesehatan digital yang lebih terhubung dan personal.
OpenAI menekankan komitmennya terhadap privasi pengguna dalam layanan ChatGPT Health OpenAI ini. Perusahaan memastikan bahwa data medis pribadi pengguna tidak akan digunakan untuk melatih model
AI dasar atau tujuan iklan. Setiap pengguna memiliki kontrol penuh untuk memutuskan kapan ChatGPT dapat mengakses dan menggunakan data kesehatan mereka, serta dapat memutus akses tersebut kapan saja.
Peluncuran ChatGPT Health OpenAI ini datang di tengah berbagai tantangan hukum yang dihadapi perusahaan. Saat ini,
OpenAI sedang menghadapi gugatan dari seorang pendeta di AS yang mengklaim ChatGPT memberikan rekomendasi medis berbahaya terkait emboli paru. Selain itu, OpenAI juga terlibat dalam gugatan terpisah dengan Apple, membuat integrasi fitur ini dengan Apple Health menjadi isu sensitif.
“ChatGPT Health dirancang untuk membantu pengguna memahami catatan medis mereka, merangkum janji temu, dan menjadi pasien yang lebih baik,” kata OpenAI dalam pengumuman resminya pada Juli 2026.
ChatGPT Health OpenAI menandai langkah signifikan dalam evolusi integrasi kecerdasan buatan dengan data medis pribadi.
Meskipun menawarkan potensi besar untuk memberdayakan pasien dengan pemahaman lebih baik tentang kesehatan mereka, fitur ini juga membawa risiko serius. Potensi kesalahan interpretasi oleh AI dapat menimbulkan bahaya, sebagaimana disorot oleh kasus hukum yang sedang berjalan.
Jika berhasil, inisiatif ChatGPT Health OpenAI ini dapat membuka pasar baru yang luas di bidang kesehatan digital, menempatkannya dalam persaingan dengan pemain lain seperti Microsoft Copilot for Health dan Apple Health AI. Namun, terlepas dari jaminan privasi yang diberikan, tantangan utama bagi OpenAI adalah membangun dan mempertahankan kepercayaan publik terhadap kemampuan AI dalam penanganan data kesehatan yang sangat sensitif.